Super Administrator
Penulis / Administrator
Semakin maraknya aksi terorisme yang belakangan ini terjadi, Jurusan Akidah dan Filsafat Islam kembali hadir untuk mencari solusi terhadap permasalahan ini. Selain untuk menganalisa apa penyebabnya,...
Semakin maraknya aksi terorisme yang belakangan ini terjadi, Jurusan Akidah dan Filsafat Islam kembali hadir untuk mencari solusi terhadap permasalahan ini. Selain untuk menganalisa apa penyebabnya, penanaman kembali spirit Islam yang mencintai damai juga peru dilakukan untuk mencegah aksi terorisme lahir dan berkembang terutama di tengah kalangan civitas akademika.
Diskusi pakar yang digelar pada Rabu, 16 Mei 2018 ini mengangkat tema “Terorisme: Agama atau Bukan?” disajikan dengan sangat apik dan kritis oleh Abdul Muiz Ghazali, M.Pd.I selaku penyaji.
Tema yang sangat menarik ini pun berhasil menjaring 32 peserta diskusi yang tidak hanya berasal dari internal civitas akademika Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati saja. Tapi juga dari komunitas eksternal kampus.
Selain untuk mempertanyakan apakah ada benih terorisme dalam agama. Diskusi pakar kali ini juga bermaksud untuk menganalisa terorisme itu siapa. Sebab banyak orang saling klaim dan menuding pihak-pihak tertentu sebagai teroris. Kenyataannya, pelaku terorisme khususnya di Surabaya itu adalah seorang muslim. Lantas apakah aksi ini bisa dibenarkan menurut perspektif Islam. Padahal jika dalam situasi perang sekalipun, Islam sudah mengatur dan membatasi target peperangan. Di mana perempuan, anak kecil dan orang yang sudah tua itu dikecualikan.
Bagikan Artikel: